Ketahui seberapa penting peran dokter dalam keluarga kita

(RMS) stadium IV. Ini adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan halus tubuh seperti misalnya di otot. “Karena ditemukan sudah pada stadium lanjut muncul pertanyaan apa yang salah dengan sistem kesehatan kita?” kata Trevino. Berbagai dugaan penyebab deteksi kanker Silvia yang terlambat bisa muncul. Mulai dari kerentanan secara genetis, lingkungan rumah yang tidak kondusif, hingga minimnya peran Puskesmas. Idealnya memang Puskesmas  harus bisa memberikan pelayanan komprehensif. Sementara fakta yang kebanyakan sering terjadi, dokter Puskesmas setelah memberikan rujukan ke rumah sakit tidak mengecek pasien lagi.[1]
Konsep dokter keluarga memang belum cukup populer di Indonesia. Padahal dengan cara tersebut lebih efektif untuk menangani penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik. Misalnya saja pada kanker. Konsep ini sudah menjadi standar di Asia Tenggara sejak 2006. Di Vietnam misalnya, semua pusat kesehatan masyarakat harus punya ahli medis yang terlatih untuk  menjadi dokter didalam rumah tangganya atau dalam ruang lingkup keluarga. Di Thailand ada kebijakan National Health Security Office untuk membantu  mendanai ahli medis untuk keluarga. Sementara di Philipina, ada program pendataan keluarga  dan jaminan kesehatan primer. Sementara di Indonesia sejauh ini, semua dokter yang akan menjadi dokter spesialis diwajibkan untuk menjadi dokter umum dahulu. Idealnya pelayanan kesehatan keluarga harus bersifat multidisplin, profesional dan terintegrasi dalam keluarga. Dalam sebuah kasus kanker pada anak yang bisa ditangani sejak dini ternyata bisa lebih baik. Hal tersebut disebabkan karena faktor dari sistem dokter keluarga. “dilansir dari laman Halodoc” Meskipun layanan medis “jalur cepat” dapat dikatakan bebas memilih sesuai dengan kemampuan ternyata ada sedikit perbadaan yang harus kita pahami seperti apa yang dikatakan oleh Dr. Handrawan. Misal, ketika kita ataupun salah satu diantara keluarga kita ada yang mengalami fluu, tindakan yang diambil bisa langsung memilih dokter spesialis pada penyakit tersebut. namun, ada beberapa hal yang harus kita cermati. Ketika kita terlalu sering mengambil langkah layanan medis untuk segala penanganan terhadap penyakit yang diderita, berarti kamu memasuki industri medis dengan segala tabiat buruknya. Dapat kita pahami pemeriksaan yang saling tumpang-tindih, dehumanisasi layanan, dan polypharmacy (meresepkan obat berlebihan). Hal-hal seperti itulah yang masuk bagian dari hiruk-pikuk pasar medis kalangan orang mampu. Maka dari itu mengapa dokter keluarga menjadi salah satu alasan yang harus kita terapkan dalam keluarga kita pribadi. Selain itu dokter keluarga juga dapat meminimalisir risiko bahaya dari ketidak cocokan obat yang akan dikonsumsi, salah memberi obat, atau alpa mendiagnosis. Dan kita pun sebagai keluarganya tidak akan langsung memberikan obat “keras”, berbeda dengan dokter selewat. Hal ini dikarenakan, pemantauan yang terus menerus dilakukan untuk megetahui kondisi anggota keluarga. Karena dokter keluarga sudah mengenal setiap anggota keluarga langganannya, maka setiap anggota keluarga terjamin akan selalu aman dalam berobat. Alasannya, tidak mungkin dokter keluarga yang sudah sangat mengenal dekat anggota keluarga yang ditanganinya akan membahayakan mereka, dibandingkan dengan berobat ke dokter selewat seperti kebanyakan terjadi sekarang ini. Lain dokter keluarga, lain pula dokter selewat. Dokter selewat biasanya mengira orang yang berobat padanya enggak akan datang kembali dalam waktu sehari-dua hari. Oleh sebab itu, umumnya mereka langsung memberikan obat “keras” agar bisa langsung menyembuhkan. Ibarat kata, mematikan lalat menggunakan pistol. Sedangkan, dokter yang berasal dari keluarga kita sendiri tidak seperti itu. Selain enggak langsung memberikan obat “keras” dan rutin memantau kondisi anggota keluarga yang ditanganinya, mereka juga akan merujuk ke alamat berobat yang paling tepat. Dan perlu diketahui juga, pastinya dalam memberikan resep tersebut lebih leluasa dikarenakan sudah lengkap dengan rekam medisnya sejak lahir. Dlam artian, apa pun masalah medis yang dihadapi anggota keluarga, dokter keluarga jadi tempat bertanya sekaligus berobat.

READ  Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Periksa ke Dokter Spesialis

 

Sumber:

Halodoc.com

Cnnindonesia.com